Semarang - Jumat, 22 September 2017 Bapak dr. H. yodi Martono Wahyunadi, S.H., M.H. memberikan pembeinaan bagi Hakim dan aparatur mahkamah agung dalam menjalankan tupoksinya sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku agar tidak mencoreng wibawa Mahkamah Agung Republik Indonesia. Fenomena, suap, gratifikasi, pemerasan, dan perselingkuhan, bukan lagi sekedar cap/labeling tanpa bukti, akan tetapi sudah menjadi fakta yang terang benderang  dengan adanya OTT KPK,  meskipun dilakukan oleh segelintir orang, akan tetapi merusak dan mencoreng wibawa dan kehormatan Mahkamah Agung.